- Polres Sumedang Gelar KRYD Gabungan, Fokus Patroli Edukasi dan Antisipasi Gangguan Kamtibmas
- Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka
- Halal Bihalal Bukan Ruang Kejahatan: Stop Kriminalisasi Ucapan! Oleh Aceng Syamsul Hadie (ASH)
- SPPG Polri Rawa Badak Utara Polres Priok, Perkuat Standar Kebersihan Demi Kualitas Program MBG
- PPWI Soroti Kisah Jurnalis dianiaya Pedagang Miras di Wilayah Hukum Polres Majalengka
- Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Cepat, Petani Majalengka Diminta Percepat Tanam MT II. Antisipasi Kemarau Lebih Awal, Petani Majalengka Didorong Tanam Lebih Cepat
- BPBD Sumedang dan Warga Bahu-Membahu Bersihkan Longsor Sanggiang Sri di Desa Margamekar
- Mali Resmi Mencabut Pengakuan terhadap SADR dan Dukung Kedaulatan Maroko
- Polisi Tangkap Pria Tipu Korban Rp.160 Juta di Muara Angke Jakut
- PPWI Soroti Pengalaman Buruk Hendrato dan Tata Wantara Proses Perkara Poliandri Dihentikan, Sedangkan Wartawan Memberitakan Poliandri Dilaporkan dan Diterima Proses Masih Berjalan
Tragedi Kerusuhan Aksi Demo Massal: Hanya 4 (empat) Hari Negara Rugi Mencapai Rp195 Triliun, Prabowo Subianto Agar Bertindak Tepat Guna dan Cepat

Oleh: Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM.
Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional)
Suasana aksi demo sampai saat ini masih belum reda. Bahkan sejumlah daerah di kabupaten dan kotamadya kembali menjadi lokasi aksi massa. Elemen mahasiswa, buruh, pengemudi ojek daring, dan masyarakat umum dijadwalkan turun ke jalan. Meski tuntutan tiap daerah beragam, benang merahnya tetap sama, yaitu ketidakpuasan publik terhadap kebijakan elite politik dan arah pemerintahan. Dengan agenda demo yang tersebar di berbagai daerah, pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat luas diminta tetap waspada.
Baca Lainnya :
- Pembangunan Jembatan Talang – Pekuwon Lunglo Disambut Syukur Warga Gunungsari0
- Wilson Lalengke Desak Reformasi Rekrutmen Pemimpin: Jangan Biarkan Orang Seadanya Masuk Senayan0
- Meriahkan HUT RI ke-80, DPD IWO Indonesia Kabupaten Majalengka Gelar Lomba Mancing0
- Kepedulian TB Hasanuddin, Putra Talaga Majalengka, Sumbangkan Duplikat Gamelan Goong Renteng0
- Tragedi Brutal – Ojol Dilindas Barracuda Brimob: Listyo Sigit Harus Mundur!0
Kenyataannya, suasana demo berubah menjadi aksi brutal, yaitu pengrusakan prasarana umum dan penjarahan. Diduga pemicunya karena perilaku beberapa anggota DPR yang menyakiti rakyat dan sikap Polri dalam penanganan demo secara beringas dan brutal yang mengakibatkan massa marah. Contoh korban keberingasan Polri yaitu tergilasnya Affan Kurniawan (ojol) oleh rantis Brimob.
Dampaknya, penjarahan merajalela, antara lain menimpa para pejabat. Empat rumah anggota DPR dijarah, yaitu milik Ahmad Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, dan Nafa Urbach. Kemudian menyusul rumah Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang ikut dijarah. Dari beragam video yang viral, warga tampak hilir-mudik mengobrak-abrik rumah milik pejabat yang dijarah. Mereka menguras barang-barang di dalam rumah mewah tersebut.
Yang sangat mengejutkan adalah aksi brutal pengrusakan sarana dan prasarana umum yang mengakibatkan kerugian negara Rp195 triliun hanya dalam 4 hari. Berikut adalah estimasi kerugian material secara menyeluruh akibat kerusuhan dan aksi demonstrasi massal yang terjadi pada 28–31 Agustus 2025 (4 hari) berdasarkan data terbaru:
Estimasi Kerugian Material (Peran Pihak Resmi dan Sumber Terverifikasi)
1. Makassar – Gedung DPRD
Total kerugian sementara dari BPBD Makassar sekitar Rp253,4 miliar, mencakup:
- 67 kendaraan roda empat (sekitar Rp13,4 miliar).
- 15 sepeda motor (sekitar Rp240 juta).
- Kerusakan berat gedung dan perlengkapan kantor.
2. Jakarta & Sekitarnya
- Gerbang tol: 7 pintu dibakar, kerugian sekitar Rp120 miliar.
- Halte TransJakarta: sekitar Rp25 miliar.
- Pagar & fasilitas DPR/MPR: kerugian sekitar Rp10 miliar.
- MRT Jakarta: kerusakan fasilitas diperkirakan mencapai Rp2,9 miliar.
Total kasar untuk wilayah ini: sekitar Rp155 miliar (tanpa memperhitungkan dampak sektor lain).
3. Bandung, Surabaya, Malang, Yogyakarta
- Bandung: Gedung DPRD dan wisma tamu dibakar, kerugian sekitar Rp40 miliar.
- Surabaya: Kerusakan gerbang Grahadi dan kendaraan sekitar Rp25 miliar.
- Malang: 16 pos polisi rusak/dibakar, kerugian sekitar Rp30 miliar.
- Yogyakarta: SPKT dan Mapolda DIY dirusak/dibakar, kerugian sekitar Rp15 miliar.
- Selain itu, gangguan layanan MRT & TransJakarta serta kemacetan menyebabkan kerugian tambahan sekitar Rp100 miliar.
4. Sektor Perdagangan & Konsumsi
- Mal-mal di Jakarta (Atrium Senen, Sarinah, Senayan Park, Lippo Mall Nusantara) dan Surabaya (Tunjungan Plaza, Plaza Surabaya) berhenti operasional lebih awal, menimbulkan potensi hilangnya transaksi sekitar Rp650 miliar.
- Lesunya aktivitas UMKM, retail, dan pasar tradisional di berbagai kota menambah kerugian sekitar Rp300 miliar.
Total dampak sektor ini: sekitar Rp950 miliar.
5. Estimasi Total Nasional
Menurut penghitungan cepat di Kompasiana (non-manfa’at resmi), total estimasi kerugian nasional yang mencakup kerusakan infrastruktur, transportasi, perdagangan, serta hilangnya transaksi mencapai sekitar Rp195 triliun.
(Ini mencakup kapitalisasi pasar yang tersusut dan rugi ekonomi makro lainnya).
Saatnya Prabowo Subianto Bertindak Tepat Guna dan Cepat
Maka, sudah saatnya Presiden Prabowo Subianto bertindak tepat guna dan cepat sesuai aspirasi rakyat dalam menghadapi suasana genting seperti ini. Antara lain:
- Cabut fasilitas DPR RI yang melampaui batas kewajaran.
- Ganti Kapolri.
- Penuhi tuntutan buruh.
- Penuhi tuntutan komunitas ojol.
- Penuhi tuntutan aktivis, yaitu penegakan supremasi hukum dan reshuffle kabinet.
- Dengarkan aspirasi para purnawirawan TNI.
.png)







