- Polres Sumedang Gelar KRYD Gabungan, Fokus Patroli Edukasi dan Antisipasi Gangguan Kamtibmas
- Dua Tahun Tanpa Keadilan: Skandal Mandeknya Kasus Pengeroyokan Jurnalis Ivan Afriandi di Polres Majalengka
- Halal Bihalal Bukan Ruang Kejahatan: Stop Kriminalisasi Ucapan! Oleh Aceng Syamsul Hadie (ASH)
- SPPG Polri Rawa Badak Utara Polres Priok, Perkuat Standar Kebersihan Demi Kualitas Program MBG
- PPWI Soroti Kisah Jurnalis dianiaya Pedagang Miras di Wilayah Hukum Polres Majalengka
- Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Cepat, Petani Majalengka Diminta Percepat Tanam MT II. Antisipasi Kemarau Lebih Awal, Petani Majalengka Didorong Tanam Lebih Cepat
- BPBD Sumedang dan Warga Bahu-Membahu Bersihkan Longsor Sanggiang Sri di Desa Margamekar
- Mali Resmi Mencabut Pengakuan terhadap SADR dan Dukung Kedaulatan Maroko
- Polisi Tangkap Pria Tipu Korban Rp.160 Juta di Muara Angke Jakut
- PPWI Soroti Pengalaman Buruk Hendrato dan Tata Wantara Proses Perkara Poliandri Dihentikan, Sedangkan Wartawan Memberitakan Poliandri Dilaporkan dan Diterima Proses Masih Berjalan
Kepedulian TB Hasanuddin, Putra Talaga Majalengka, Sumbangkan Duplikat Gamelan Goong Renteng

Majalengka, Radjainvestigasi.id – Demi mengaktualisasi nilai-nilai kearifan lokal sekaligus melestarikan peradaban budaya warisan Kerajaan Talaga Manggung, Mayjen TNI (Purn) Dr. H. Tb Hasanuddin, S.E., M.M., M.Si. menyerahkan tanda kadeudeuh berupa seperangkat Duplikat Gamelan Goong Renteng Talaga Manggung.
Gamelan berbahan perunggu dengan rak kayu jati tersebut diberikan kepada Yayasan Talaga Manggung Simbarkantjana sebagai upaya pelestarian seni tradisi.
Baca Lainnya :
- Tragedi Brutal – Ojol Dilindas Barracuda Brimob: Listyo Sigit Harus Mundur!0
- Gotong Royong di Liangjulang, Polsek Kadipaten Ikut Sukseskan GEBER JUMAT0
- Miris, Rumah Rusak Parah di Kampung Mayang Jadi Sorotan Publik0
- RAIH TUNGGUL DKC TERGIAT III SE-JAWA BARAT, DKC MAJALENGKA DEDIKASIKAN UNTUK KELUARGA BESAR PRAMUKA MAJALENGKA0
- Ketua BAZNAS Kab. Sumedang Ayi Syubhan Hafas: Syukur dan Kebanggaan atas Penghargaan Nasional0

Penyerahan dilakukan secara simbolis di Bale Sawala Agung Museum Talaga Manggung, Sabtu (30/8/2025), langsung oleh Hasanuddin kepada Rd. Apun Cahya Hendra Ningrat, Ketua Yayasan Talaga Manggung Simbarkantjana.
Hadir dalam acara tersebut:
- Kepala Museum Talaga Manggung, H. Nana Supriatna
- Tokoh Budaya, Rd. Teten Wilman
- Tokoh Masyarakat Talaga, Tita Juwita Hipdiah
- Jajaran pengurus Yayasan dan Museum Talaga Manggung
- Para pemerhati seni budaya se-Kecamatan Talaga
Pesan Kang Ence
Dalam sambutannya, Hasanuddin yang akrab disapa Kang Ence, menegaskan bahwa duplikat Goong Renteng ini bukan sekadar pajangan, melainkan harus dimanfaatkan sebagai sarana pelestarian budaya.
“Harus digali lagi sumber daya manusia para nayaga, jenis tembang, dan segala tradisi Goong Renteng agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pesannya.
Program Museum Talaga Manggung
Sementara itu, Kepala Museum Talaga Manggung, H. Nana Supriatna, mengumumkan rencana menggelar pelatihan khusus Nayaga Goong Renteng seminggu sekali di museum. Program ini disambut antusias oleh seluruh tamu undangan.
Di tempat terpisah, Ketua Tim Balai Konservasi Cagar Budaya Talaga Manggung, Asep Asdha Singawinata, menjelaskan bahwa Goong Renteng Talaga Manggung diyakini telah ada sejak abad ke-15 Masehi.

Menurutnya, tradisi Goong Renteng dahulu kerap dimainkan pada upacara sakral nyiramkeun pusaka maupun acara besar Kerajaan Talaga Manggung. Namun sejak 1972, kondisi gamelan asli yang kini tersimpan di museum sudah aus karena korosi dan hanya difungsikan sebagai artefak.
Ia menambahkan, keberadaan Goong Renteng Talaga Manggung bahkan tercatat dalam Laporan Kepurbakalaan Hindia Belanda (Oudheidkundige Dienst) tahun 1914.
“Dengan hadirnya kembali duplikat Goong Renteng di Museum Talaga Manggung, ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali seni tradisi dan budaya peninggalan Kerajaan Talaga Manggung,” pungkasnya.
.png)







