Kepedulian TB Hasanuddin, Putra Talaga Majalengka, Sumbangkan Duplikat Gamelan Goong Renteng

By Tim Redaksi 30 Agu 2025, 20:22:03 WIB Daerah
Kepedulian TB Hasanuddin, Putra Talaga Majalengka, Sumbangkan Duplikat Gamelan Goong Renteng


Majalengka, Radjainvestigasi.id – Demi mengaktualisasi nilai-nilai kearifan lokal sekaligus melestarikan peradaban budaya warisan Kerajaan Talaga Manggung, Mayjen TNI (Purn) Dr. H. Tb Hasanuddin, S.E., M.M., M.Si. menyerahkan tanda kadeudeuh berupa seperangkat Duplikat Gamelan Goong Renteng Talaga Manggung.

Gamelan berbahan perunggu dengan rak kayu jati tersebut diberikan kepada Yayasan Talaga Manggung Simbarkantjana sebagai upaya pelestarian seni tradisi.

Baca Lainnya :




Penyerahan dilakukan secara simbolis di Bale Sawala Agung Museum Talaga Manggung, Sabtu (30/8/2025), langsung oleh Hasanuddin kepada Rd. Apun Cahya Hendra Ningrat, Ketua Yayasan Talaga Manggung Simbarkantjana.

Hadir dalam acara tersebut:

  • Kepala Museum Talaga Manggung, H. Nana Supriatna
  • Tokoh Budaya, Rd. Teten Wilman
  • Tokoh Masyarakat Talaga, Tita Juwita Hipdiah
  • Jajaran pengurus Yayasan dan Museum Talaga Manggung
  • Para pemerhati seni budaya se-Kecamatan Talaga

Pesan Kang Ence

Dalam sambutannya, Hasanuddin yang akrab disapa Kang Ence, menegaskan bahwa duplikat Goong Renteng ini bukan sekadar pajangan, melainkan harus dimanfaatkan sebagai sarana pelestarian budaya.

“Harus digali lagi sumber daya manusia para nayaga, jenis tembang, dan segala tradisi Goong Renteng agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pesannya.

Program Museum Talaga Manggung

Sementara itu, Kepala Museum Talaga Manggung, H. Nana Supriatna, mengumumkan rencana menggelar pelatihan khusus Nayaga Goong Renteng seminggu sekali di museum. Program ini disambut antusias oleh seluruh tamu undangan.

Di tempat terpisah, Ketua Tim Balai Konservasi Cagar Budaya Talaga Manggung, Asep Asdha Singawinata, menjelaskan bahwa Goong Renteng Talaga Manggung diyakini telah ada sejak abad ke-15 Masehi.




Menurutnya, tradisi Goong Renteng dahulu kerap dimainkan pada upacara sakral nyiramkeun pusaka maupun acara besar Kerajaan Talaga Manggung. Namun sejak 1972, kondisi gamelan asli yang kini tersimpan di museum sudah aus karena korosi dan hanya difungsikan sebagai artefak.

Ia menambahkan, keberadaan Goong Renteng Talaga Manggung bahkan tercatat dalam Laporan Kepurbakalaan Hindia Belanda (Oudheidkundige Dienst) tahun 1914.

“Dengan hadirnya kembali duplikat Goong Renteng di Museum Talaga Manggung, ini menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali seni tradisi dan budaya peninggalan Kerajaan Talaga Manggung,” pungkasnya.




Iklan Detail Berita
Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment